|
| Kamera handphone |
| Friday, November 2, 2007 |
 kamera ponsel kini sudah berumur 10 tahun ....fitur kamera pada ponsel di temukan oleh Philippe Kahn pada tahun 1997.tiga tahun kemudian fitur ini di luncurkan oleh pabrikan ternama Vodafone&Sharp di jepang pada tahun 2000 Hanya 110 kilopiksel resolusi kamera pada waktu itu bayangkan kini resolusi ponsel sudah mencapai 8 megapiksel,resolusi sebesar ini sudah ada pada ponsel samsung :D
Resolusi gambar
Bicara tentang kamera, baik di ponsel maupun digital, pasti akan menyinggung tentang resolusi gambar. Secara sederhana resolusi gambar pada kamera ponsel menggambarkan seberapa dalam kualitas gambar yang dihasilkan. Semakin besar tentu semakin baik. Umumnya gambar dengan resolusi 1 megapiksel cukup bagus bila dicetak pada kertas foto standar 4R. Harap diingat, semakin besar resolusi, maka ukuran file per foto yang disimpan akan semakin besar juga. Ini perlu diperhatikan terkait dengan fasilitas penyimpanan di ponsel. Saat membeli, bandingkan resolusi dan harga antara beberapa merek yang ada.
Fungsi ”zoom”
Hampir semua kamera ponsel dilengkapi dengan fasilitas zoom, untuk memperbesar/memperjelas objek yang akan difoto. Ada dua tipe zoom, yaitu zoom digital dan zoom optikal. Di pasaran sebagian besar kamera ponsel memberikan fitur zoom digital, tempat perangkat lunak berfungsi untuk membesarkan objek. Semakin besar objek, otomatis bagian pinggir objek foto akan keluar dari area foto (terpotong). Selain itu, semakin besar pembesaran gambar, semakin kabur (turun kualitas) gambar.
Tipe kedua adalah zoom optikal yang sama persis dengan kebanyakan fasilitas di kamera digital konvensional. Yaitu pembesaran objek dengan mengatur susunan fisik lensa kamera. Hal ini memberi kelebihan dibanding zoom digital, yaitu kualitas gambar tetap bagus seperti dalam posisi dekat. Namun, karena terbentur dimensi kamera ponsel yang harus tetap kecil, fasilitas zoom optikal umumnya tidak diberikan.
Lampu ”blitz/flash”
Meskipun telah banyak dipakai dalam produk-produk terbaru kamera ponsel, lampu blitz di sini kurang memberi efek positif seperti dalam kamera digital biasa. Akan tetapi, minimal cukup bagus untuk sekadar bisa mengambil gambar dalam lokasi kurang cahaya atau malam hari. Lagi pula, kalau berniat mengambil foto secara profesional, tentu orang akan memilih kamera digital yang lebih mantap. Selain itu, ada juga produk yang melengkapi dengan fitur kemampuan mengambil gambar di malam hari dengan prinsip inframerah (night vision) sehingga meskipun tidak ada lampu blitz, pengambilan gambar tetap bisa dilakukan.
Video ponsel
Bila kamera ponsel yang hendak Anda beli dilengkapi fasilitas video recording, merekam gambar bergerak seperti dengan handycam menjadi kenyataan. Tentu saja kualitas sangat tergantung dengan setting resolusi yang diberikan, dan daya tampung tempat penyimpan data. Meskipun tidak sebagus kualitas handycam dan hanya mampu menyimpan video dalam beberapa menit, jangan sepelekan arti penting video ponsel ini.
”Memory card”
Jika ponsel Anda memberi fasilitas ini, foto-foto hasil jepretan bisa dengan mudah dipindahkan ke komputer PC atau laptop, dan Anda pun dengan mudah memasang memory card baru bila gambar telah penuh. Prinsipnya seperti USB flash disk atau di masa lalu kita mengenal floppy disk alias disket. Selain itu, di ponsel sendiri juga ada memory card internal untuk menyimpan gambar. Untuk memindahkan/meng-copy gambar harus menggunakan kabel atau fitur bluetooth. Jumlah foto yang bisa disimpan bergantung pada ukuran daya simpan memory card dan kualitas resolusi foto yang dipilih.
MMS
MMS adalah layanan dari operator untuk kirim/terima foto dan suara antara pengguna ponsel, kurang lebih seperti SMS, tetapi bukannya tulisan melainkan gambar dan suara. Namun, tampaknya layanan ini kurang populer di Indonesia, salah satu sebabnya karena harga per MMS yang relatif lumayan mahal.
”Bluetooth”
Adalah teknologi dalam ponsel yang memungkinkan antarponsel yang sama-sama mempunyai fasilitas bluetooth bisa saling kirim/terima data, baik gambar, suara maupun tulisan tanpa menggunakan medium kabel. Dalam jarak kurang lebih 10 meter, sesama ponsel bluetooth bisa saling “bicara”. Model kirim foto dengan bluetooth ini populer salah satu sebabnya karena gratis.
3G
Hampir sama dengan MMS, namun data yang bisa dikirimkan lebih besar ukurannya sehingga memungkinkan komunikasi video antarpengguna ponsel. Dalam konteks kirim foto dari kamera ponsel, 3G menawarkan layanan akses internet yang memungkan pelanggan untuk langsung upload foto dari ponsel ke website. Sekali lagi karena tidak gratis dan memerlukan ponsel yang relatif lebih mahal, layanan 3G tidak terlalu laris, setidaknya untuk saat ini.
”Moblogging”
Kependekan dari “mobile weblog” merupakan layanan blog yang memungkinkan pengguna ponsel mengedit dan mengirimkan (upload) foto-foto langsung dari ponselnya. Moblog menjadi populer setelah raksasa ponsel, Nokia, tahun 2004 meluncurkan produk yang secara khusus memberi aplikasi perangkat lunak untuk Moblog.
”Software”
Yang paling “konvensional” cara transfer gambar adalah dengan memasang kabel data antara ponsel dan komputer, selanjutnya dengan aplikasi khusus kita tinggal copy foto ke komputer
Penulis, IT consultant, mengelola website www.exipion.com |
posted by bagoust @ 11:22 PM   |
|
| 2 Comments: |
-
kamera jaman skrg canggih2 amat, susah makenya! hahaha.
http://ayambakarbuncit.wordpress.com
-
masih setia dengan N7610 balck saya yang udah sering hang..
|
| |
| << Home |
| |
|
|
|
| About Me |
|
![]()
Name: bagoust
Home: klaten, jawa tengah, Indonesia
About Me: relax,take it easy
See my complete profile
|
| Previ0us P0st |
|
| ArcHivE |
|
| Links TemAn |
|
|
| banner |
Oneline users :
|
|
kamera jaman skrg canggih2 amat, susah makenya! hahaha.
http://ayambakarbuncit.wordpress.com